Sejarah Terbentuknya Partai Perjuangan Aceh
Partai Perjuangan Aceh (PPA) didirikan dengan latar belakang kesadaran mendalam bahwa
Aceh memiliki potensi besar dan beragam untuk menjadi daerah yang maju dan sejahtera.
Keinginan untuk menciptakan perubahan yang nyata dan memperjuangkan hak-hak
masyarakat, khususnya kaum perempuan, mendorong terbentuknya partai ini.
Partai Perjuangan Aceh (PPA) didirikan pada tahun 2024 oleh Ibu Prof Adjunct Dr, Marniati,
SE, M.Kes dan Bapak Dedi Zefrizal, ST ., selaku tokoh pendidikan dan pengusaha Aceh.
Partai Perjuangan Aceh juga bercita-cita tidak hanya melindungi masyarakat Aceh, namun
juga budaya Aceh sebagai budaya nasional.
Cikal bakal partai ini muncul saat Pilkada Serentak 2024, ketika Prof. Adjunct Dr. Marniati,
SE, M.Kes, mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Aceh. Kendati tidak terpilih
meskipun beliau mengikuti seluruh proses dan ketentuan, pengalaman tersebut
memunculkan kesadaran akan perlunya wadah politik yang benar-benar mewakili aspirasi
rakyat Aceh dan mendukung kemajuan perempuan dalam kepemimpinan.
Prof. Adjunct Dr. Marniati, SE, M.Kes, memandang hal ini sebagai ancaman bagi masa
depan perempuan Aceh untuk maju sebagai pemimpin, mengingat sejarah perempuan
pejuang seperti Cut Nyak Dhien dan tokoh-tokoh lainnya yang telah berkontribusi besar bagi
Aceh.
Situasi ini mendorong Prof. Adjunct Marniati dan bapak Dedi Zefrizal bersama sejumlah
tokoh besar Aceh, termasuk akademisi, pengusaha dan kelompok media, untuk membentuk
partai politik baru bernama Partai Perjuangan Aceh. Pada tanggal 20 Agustus 2024, rapat
pertama digelar di ruang rapat Universitas Ubudiyah Indonesia. Partai Perjuangan Aceh lahir
dengan semangat untuk membawa Aceh ke arah yang lebih baik. Setelah melalui proses
pengesahan dan verifikasi oleh Kemenkumham Provinsi Aceh pada Oktober 2024, Partai
Perjuangan Aceh secara resmi lahir.